Sabtu, 25 April 2026

Kutim Panen Generasi Ahli Pertanahan

YOGYAKARTA – Tepuk tangan bergema di aula Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta ketika nama Durry Hanan disebut sebagai lulusan terbaik program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadasteral. Di antara 13 taruna asal Kutai Timur (Kutim), ia menjadi simbol keberhasilan sebuah gagasan yang lahir satu dekade lalu, yaitu mencetak putra-putri daerah sebagai ahli pertanahan.

Program kerja sama antara Pemkab Kutim dan STPN dimulai sejak 2013, digagas oleh Ardiansyah Sulaiman dan Rizali Hadi untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang agraria. Kini, hasilnya nyata. Kutim memiliki 13 lulusan baru yang siap mengabdi di tanah kelahirannya.

Menurut Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Trisno, wisuda ini bukan hanya menandai pencapaian akademik, melainkan juga mengukuhkan komitmen Pemkab Kutim dalam membangun sumber daya manusia yang mumpuni.

“Diharapkan lulusan STPN nantinya dapat mengabdi dan berkontribusi positif terhadap upaya pemerintah daerah dalam menata administrasi pertanahan, dan menjadi daya dukung suksesi 50 program Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur,” ujar Trisno.

Ia memaparkan, kabupaten yang luas dengan kompleksitas agraria tinggi membutuhkan tenaga pemetaan yang andal untuk mendukung program prioritas seperti Satu Kepala Keluarga Satu Sertifikat, Desa Presisi, dan penataan enklave kawasan hutan.

Bagi Durry, prestasi itu bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi tanggung jawab untuk kembali membawa ilmunya ke daerah. Kini, dari ruang kampus di Yogyakarta, gema semangat itu kembali mengalir ke Kutai Timur — daerah yang membuktikan bahwa visi panjang pendidikan bisa menumbuhkan masa depan yang lebih pasti. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini