Senin, 17 Agustus 2026

TMMD di Kutim Selesai, Infrastruktur dan Edukasi Masyarakat Berjalan Searah

TELUK PANDAN – Setelah sebulan penuh kegiatan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang dipusatkan di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, resmi ditutup. Seluruh program fisik dan nonfisik rampung sesuai target, membawa perubahan nyata bagi warga Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan.

Dalam penutupan yang dipimpin Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto menyampaikan, TMMD tahun ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memberdayakan masyarakat.

Sasaran fisik utama mencakup pengerasan jalan sepanjang 900 meter, jembatan kayu 16 x 4 meter, serta pembangunan lima sumur bor. Ditambah program tambahan seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni, penanaman pohon, dan kegiatan ketahanan pangan.

Kegiatan nonfisik pun berjalan seimbang, meliputi penyuluhan bela negara, pertanian, kesehatan, dan rekrutmen TNI AD. Semua diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat, produktif, dan nasionalis.

“Tujuan kegiatan non fisik ini adalah membangun kesadaran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Suka Rahmat,” jelas Ragil.

Bupati Ardiansyah Sulaiman memuji capaian TMMD yang dinilai berhasil membuka akses baru di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. “TMMD tahun ini kebetulan dipusatkan di Desa Suka Rahmat. Posisinya berada di perbatasan Kutim dan Bontang. Kita ketahui bersama, membangun di wilayah perbatasan itu cukup rumit, apalagi lokasinya dekat dengan objek vital nasional,” ujar Ardiansyah.

Program TMMD ke-125 melibatkan 150 personel lintas instansi, menandai kuatnya kolaborasi antara TNI, Polri, Pemkab, dan warga setempat. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial