Minggu, 26 April 2026

Raih Akreditasi Utama, Labkesda Kutim Masih Hadapi Keterbatasan SDM dan Akses

SANGATTA –Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meraih Akreditasi Utama dari Kementerian Kesehatan RI setelah Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (Laskesi) mengeluarkan hasil penilaiannya.

Namun, di balik prestasi tersebut, masih ada sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi untuk pengembangan Labkesda Kutim. Kepala UPT Labkesda Kutim Gregorius Gebo mengungkapkan, lembaga yang berstatus BLUD ini belum mampu mengoptimalkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau perusahaan-perusahaan di Kutim rutin melakukan medical check-up atau pengujian lingkungan ke Labkesda, potensi PAD bisa sangat signifikan. Sayangnya, belum banyak yang melirik ke arah itu,” jelasnya.

Gregorius menyoroti keterbatasan tenaga analis laboratorium yang saat ini hanya empat orang, jauh dari kebutuhan ideal 16 analis. Kondisi itu, katanya, berdampak pada beban kerja dan mutu pelayanan.

Selain SDM, akses menuju Labkesda juga menjadi persoalan. “Kami juga berharap ada perhatian untuk peningkatan akses jalan. Saat hujan, jalan menuju Labkesda licin dan berlumpur. Ini menyulitkan masyarakat yang ingin berobat atau memeriksakan diri,” keluhnya.

Meski demikian, Gregorius tetap optimistis. Ia menilai akreditasi ini menjadi pijakan penting untuk memperluas layanan dan menarik lebih banyak pengguna dari masyarakat maupun swasta.
Ia optimistis, Labkesda mampu karena punya pengalaman pelayanan di masa darurat pandemi Covid-19.

“Labkesda bukan hanya hadir saat situasi damai, tapi juga menjadi garda terdepan saat kondisi genting. Sudah saatnya kita semua memandangnya sebagai investasi penting untuk masa depan Kutai Timur,” pungkasnya. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini