Minggu, 26 April 2026

Pemkab Kutim Dorong Sinergi Kampus dan Pemerintah Bangun Desa Mandiri

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melepas 58 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua kecamatan, Karangan dan Kaliorang. Program selama 45 hari ini menjadi wadah penerapan ilmu, inovasi pertanian, dan pengabdian sosial di tingkat desa.

Asisten Pemkesra Setkab Kutim, Poniso Suryo Renggono, yang mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman, menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian tangguh.

Ia juga memberikan beberapa nasihat agar mahasiswa sukses ber-KKN. “Berpikirlah positif, bertindaklah positif, maka hasilnya pun akan positif. Apa yang kita tampilkan dari perilaku dan perkataan akan mencerminkan kualitas diri serta kesiapan untuk memimpin di masa depan,” ujar Poniso

Ketua STIPER Kutim, Ismail Fahmi Almadi, mengatakan mahasiswa dibekali kemampuan sosial dan teknis agar mampu menghadapi realitas desa. “Di desa bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga membangun hubungan emosional serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat,” ungkap Ismail.

Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa mengikuti pembekalan intensif selama tiga hari. Mereka dilatih menyusun program kerja, memahami kondisi sosial desa, dan menerapkan pendekatan partisipatif.

Pemkab Kutim menyambut baik peran STIPER sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui KKN ini, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan di bidang pertanian, lingkungan, dan ekonomi rakyat.

“Atas nama Pemkab Kutim, kami mengucapkan selamat mengabdi kepada seluruh mahasiswa STIPER. Semoga setiap langkah, ilmu, dan tenaga yang kalian curahkan menjadi bagian dari pembangunan daerah,” pungkas Poniso. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini