Minggu, 26 April 2026

Program Desa Cantik Dorong Digitalisasi dan Literasi Statistik dari Akar Rumput

SANGATTA – Bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) meluncurukan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Ini merupakan langkah maju dalam digitalisasi tata kelola pemerintahan desa untuk menciptakan budaya data di tingkat desa.

Kepala BPS Kutim, Widiantono, menjelaskan bahwa Desa Cantik merupakan upaya membangun budaya statistik dari tingkat bawah (akar rumput) agar pembangunan desa lebih tepat sasaran.

“Dengan adanya Desa Cantik, kami harap perencanaan pembangunan desa bisa lebih tepat sasaran, berdasarkan data yang valid dan relevan,” ujarnya.

Tahun ini, Desa Singa Gembara ditetapkan sebagai desa percontohan pertama di Kutim. Desa ini akan mendapat pembinaan langsung dari BPS Kutim, mulai dari penyusunan SOP permintaan data, analisis statistik, hingga publikasi data melalui infografis dan laman resmi desa.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang hadir dalam peluncuran program ini mengatakan, Desa Cantik memperkuat komitmen Kutim dalam mewujudkan desa yang cerdas data, untuk mendorong tercapainya Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.

“Kebijakan berbasis data bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan modern,” kata Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar Siburian, menjelaskan bahwa program ini akan disinergikan dengan kebijakan Desa Digital dan Desa Presisi yang sudah ada di Kutim. “Kami harap sinergi ini melahirkan ekosistem desa yang tidak hanya jadi objek pembangunan, tapi menjadi subjek yang memimpin transformasi,” kakta Ronny.

Dengan semangat sinergi lintas lembaga, Kutim menapaki revolusi pembangunan digital dari pinggiran, membuktikan bahwa transformasi data dapat dimulai dari desa. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini