Minggu, 26 April 2026

Warga Kutai Pesisir Gembira Wilayahnya Masuk Daftar Calon Daerah Otonomi Baru

SANGATTA – Sejumlah kecamatan di Kutai Pesisir resmi diusulkan menjadi Calon Daerah Otonomi Baru, lepas dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kutai Pesisir masuk dalam daftar CDOB bersama 26 wilayah lain di Indonesia. Keputusan itu diterima oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI setelah masa reses sidang IV.

Kabar ini disambut haru dan gembira masyarakat pesisir Kutai yang meliputi Kecamatan Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, Kaubung dan Karangan. Bagi warga pesisir, ini adalah penantian panjang yang akhirnya membuahkan hasil nyata.

“Bagi kami, Kutai Pesisir bukan sekadar peta. Ia adalah hak,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Sangkulirang dengan mata berkaca-kaca.

Selama bertahun-tahun, masyarakat di wilayah pesisir timur Kutim iitu harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mengurus keperluan administrasi ke Sangatta. Kini, mereka mulai membayangkan masa depan yang lebih dekat dengan pelayanan publik, jalan beraspal, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan yang mudah dijangkau.

Prof Juraemi, tokoh masyarakat Sangkulirang sekaligus Ketua Tim Kajian Pemekaran CDOB Kutai Pesisir, menyebut kabar ini sebagai tonggak sejarah baru.

“Ini momentum bersejarah bagi masyarakat pesisir. Status CDOB adalah awal dari perjuangan menuju pemerintahan yang lebih berpihak kepada daerah,” ujarnya.

Selanjutnya, usulan menjadikan Kutai Pesisir kini memasuki tahap lanjutan berupa kajian administratif, teknis, dan kewilayahan oleh pemerintah pusat. Semua proses itu merupakan prasyarat sebelum resmi disahkan menjadi daerah otonom baru. Selain itu, pemekaran masih menunggu pencabutan kebijakan moratorium DOB yang diberlakukan sejak 2014. Tanpa Amanat Presiden (Ampres), semua usulan CDOB akan tetap tertahan di meja kementerian.

Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, menyebut langkah ini sebagai bukti bahwa aspirasi masyarakat tidak pernah diabaikan. “Ini bukan sekadar pembentukan wilayah baru. Ini tentang menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif dan merata bagi masyarakat pesisir,” kata Ardiansyah. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini