Minggu, 26 April 2026

RPJMD Kutim 2025–2029 Didorong Lebih Partisipatif dan Inklusif

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan komitmen untuk menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih terbuka dan melibatkan masyarakat luas. Hal ini dipaparkan dalam agenda pembahasan Rancangan RPJMD 2025–2029 pada Rapat Paripurna DPRD Kutim beberapa waktu lalu.

Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim Sudirman Latif menjelaskan, dokumen RPJMD ini dirancang menggunakan pendekatan partisipatif dan bottom up. Dokumen RPJMD itu dibalut visi Kutim yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.

“Visi ini merupakan cita-cita kolektif yang digali dari nilai-nilai yang hidup dan menjadi pedoman masyarakat Kutai Timur secara keseluruhan,” ujar Sudirman di hadapan para legislator.

Menurutnya, visi ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi konseptual bagi seluruh strategi pembangunan lima tahun ke depan. Ia memaparkan tiga makna utama yang terkandung dalam visi tersebut. Menurutnya, daerah yang tangguh tidak hanya mampu bertahan dalam kondisi sulit, tetapi juga dapat pulih dan melanjutkan pembangunan dengan ketahanan sosial, ekonomi, dan politik yang lebih kuat.

Sementara mandiri mencerminkan pengelolaan potensi lokal tanpa ketergantungan dari pihak luar. Adapun berdaya saing menandakan kesiapan Kutim bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan RPJMD ini. Ranperda RPJMD ini akan segera dibahas secara mendalam antara DPRD dan Pemkab Kutim, sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah. Tahap penyempurnaan juga akan melibatkan masukan publik, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, sebagai wujud transparansi dan partisipasi dalam proses perencanaan daerah. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini