Minggu, 26 April 2026

Sukses Kelola TPA, PT DSN di Kutim Jadi Mitra Kementerian Kependudukan

MUARA WAHAU – Karena keberhasilan Tempat Penitipan Anak (TPA) secara inovatif, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) resmi ditunjuk sebagai mitra strategis program nasional TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN).

Perusahaan perkebunan sawit yang berdomisili di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ini dinilai konsisten menyediakan pengasuhan anak berkualitas di lingkungan perkebunan melalui 93 Tempat Penitipan Anak (TPA) aktif yang tersebar di Kecamatan Muara Wahau dan sekitarnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, menyebut keberadaan TPA di area perkebunan menjadi inovasi yang baik. Keberhasilan TPA di PT DSN merupakan wujud apik sinergi pengelolaan lingkungan kerja dan pendidikan yang layak dijadikan contoh.

“Pendidikan menangani aspek PAUD. Ketenagakerjaan fokus pada lingkungan kerja, dan sosial dalam perlindungan anak. Semua saling melengkapi,” tuturnya.

Keberhasilan DSN Group menjadi rujukan nasional membuat Kutim juga dipilih sebagai lokus peluncuran program TAMASYA 2025, yang dijadwalkan pada 26–27 Mei 2025. Lima menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dijadwalkan hadir dalam acara nasional tersebut. Menteri yang hadir meliputi Menteri Sosial, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Menteri Dalam Negeri.

Program TAMASYA bertujuan memastikan pengasuhan anak berkualitas dan mendukung penurunan angka stunting. Sinergi lintas kementerian—pendidikan, tenaga kerja, sosial, serta pemberdayaan perempuan dan anak—menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Setiap kementerian punya tanggung jawab berbeda. Pendidikan terkait PAUD, Tenaga Kerja terkait lingkungan kerja di perusahaan, dan Sosial dalam aspek perlindungan anak. Ini bentuk sinergi lintas sektor yang konkret,” ujar Junaidi. (ADV/ProkopimKutim/IK)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini