Senin, 17 Agustus 2026

Tanpa Tunggu Proyek APBD, Perusahaan Dukung Perbaikan Jalan di Muara Bengkal

MUARA ANCALONG – Kabar baik bagi warga Muara Bengkal dan sekitarnya. Jalan rusak di Desa Senambah yang selama ini menghambat aktivitas masyarakat akan segera diperbaiki. Kesepakatan ini tercipta dari rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi, bersama perwakilan perusahaan dan unsur pemerintahan setempat.

Dalam rapat yang berlangsung di Kantor Kecamatan Muara Ancalong, para pihak sepakat untuk bergotong-royong memperbaiki jalan, menggunakan alat berat dan material yang disediakan oleh perusahaan. Perbaikan akan dimulai tanpa menunggu dana APBD

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” ujar Mahyunadi, mengutip pepatah lama yang kini menemukan maknanya di tengah rapat strategis tersebut.

“Saya agak terkejut juga, ternyata kesepakatan lahir dengan gampangnya, tanpa alasan yang berbelit-belit,” ujar Mahyunadi, tak bisa menyembunyikan rasa puasnya.

Rapat ini difasilitasi oleh Camat Muara Bengkal Norhadi dan dihadiri pula oleh kepala desa serta tokoh masyarakat. Mereka membahas kondisi jalan yang kerap becek dan berlubang, mengganggu distribusi logistik dan mobilitas warga.

Mahyunadi menegaskan bahwa perusahaan yang bergerak di sektor sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosialnya, sesuai peraturan perundang-undangan.

Langkah cepat ini dinilai sebagai bentuk sinergi yang efektif antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman.

Menurutnya, wilayah seperti Muara Bengkal menjadi titik tumpu aktivitas ekstraktif seperti perkebunan. Diperelukan adanya harmoni antara pelaku usaha dan warga lokal bagi keberlangsungan sosial dan ekonomi.

“CSR bukan soal besar-kecilnya dana. Tapi soal kemauan untuk peduli, dan bertindak nyata. Saya kira dari hasil sumber daya alam yang dihasilkan untuk keuntungan perusahaan, wajar bila perusahaan membagikan setidaknya Rp10 miliar tiap tahun, untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mahyunadi. (ADV/ProkopimKutim/IK)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial