Minggu, 26 April 2026

Dari Bekas Tambang, Warga Sangatta Kembangkan Peternakan Ayam Petelur

SANGATTA — Awalnya bekas tambang. Kini di sana dibangun kandang sederhana untuk kemandirian pangan di Sangatta. Warga yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Petelur Sangatta (APAPS) tengah mengembangkan peternakan ayam pullet, ayam betina muda siap bertelur.

APAPS bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Kolaborasi ini untuk menjawab tantangan pasokan telur yang selama ini 70 persen masih didatangkan dari luar Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Menurut Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, kebutuhan telur se-Kutim bisa mencapai 80 ribu butir per bulan. Akan tetapi, baru 30 persen yang bisa dipenuhi peternak lokal. Sisanya masih diimpor dari luar Sangatta. “Dengan program ini, kita punya harapan mengurangi ketergantungan itu secara bertahap,” ucap Dyah.

Tak hanya menyediakan bibit dan pelatihan, program ini juga memanfaatkan infrastruktur pascatambang KPC untuk membangun kandang bersama dan Mini Feedmill. Upaya ini menekan biaya pakan, yang selama ini menyerap 80 persen ongkos produksi.

Menurut Superintendent CAD KPC, Nugroho Dewanto, budidaya pullet menjadi simbol perubahan. “Kami melihat potensi besar dari masyarakat Sangatta untuk bisa swasembada telur. Budidaya pullet ini bisa menjadi solusi ekonomi keluarga sekaligus menjawab kebutuhan protein hewani masyarakat,” ujarnya.

Dewanto juga menekankan pentingnya sistem distribusi yang terintegrasi. Dengan skema pemasaran kolektif dan pembinaan berkelanjutan, produksi telur tak hanya akan stabil dari sisi pasokan, tetapi juga mampu menciptakan harga yang bersaing dan adil bagi konsumen serta produsen. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini