Sabtu, 25 April 2026

Infrastruktur Sanitasi Kutim Masih Tertinggal, Ardiansyah Akan Bangun Lewat Program MYC

Infokaltim.com, Sangatta – Sanitasi merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam mengendalian lingkungan dan menjaga masyarakat dari potensi membahayakan kesehatan, kesejahteraan, dan daya tahan hidup. Namun Kutim, sejak 25 tahun lalu berdiri infrastruktur sanitasi masih tertinggal.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, pada momentum Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, mengutarakan bahwa pihaknya masih terus berjuang mewujudkan sanitasi yang layak untuk masyarakat.

“Usia Kutim di 25 Tahun ini, Infrastruktur sanitasi kita masih tertinggal, dan kita masih terus berjuang mewujudkan sanitasi yang layak,” kata Ardiansyah kepada Info Kaltim.

Wujudkan sanitasi lingkungan yang layak akan dilakukan melalui program tahun jamak atau biasa disebut Multi Years Contrak (MYC) dengan tujuan percepatan penyelesaiannya.

“Kalau lewat MCY dengan harapan progam ini bisa lebih permanen dan tidak bisa diganggu setiap tahunnya, ” kata Ardiansyah.

Dikatakan tertinggalnya infrastruktur sanitasi ditengah Anggaran Pendapatan dan Belanda (APBD) Kutim yang tinggi dan tidak memiliki target percepatan penyelesaian, cukup mengkhawatirkan.

“Dengan APBD yang tinggi, dan santai-santi saja itu cukup berbahaya, ” tuturnya.

Ardiansyah menargetkan, Kutim mempunyai sanitasi yang layak di tahun 2028 sehingga membutuhkan sinergitas seluruh pihak terkait.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini