Minggu, 23 Agustus 2026

Bupati Kutim Dorong Menu B2SA Naik Kelas, Tak Hanya Jadi Sajian Lomba

SANGATTA – Kreativitas peserta dalam Lomba Kreasi Menu Masak Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Kutai Timur 2026 mendapat perhatian Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Menurut Ardiansyah, kreasi menu yang ditampilkan kader TP PKK tahun ini semakin beragam dibanding pelaksanaan sebelumnya. Bahkan, setelah mencicipi sejumlah sajian, ia mengaku seluruh makanan layak mendapat nilai sempurna.

“Masakan yang saya cicipi semuanya nilainya 100. Karena itu, saya kira juri akan cukup sulit menentukan siapa yang menjadi pemenang,” ujar Ardiansyah saat menghadiri lomba di Gedung Wanita Bukit Pelangi, beberapa waktu lalu.

Namun, Ardiansyah meminta hasil kreativitas tersebut tidak berhenti di meja perlombaan. Ia mendorong menu berbasis pangan lokal dikembangkan menjadi produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Jangan hanya disajikan pada acara seperti ini. Masakan B2SA juga harus dipasarkan melalui UMKM,” katanya.

Menurutnya, bahan pangan lokal seperti ubi, pisang, singkong, talas hingga jagung dapat dikreasikan menjadi menu menarik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada beras sebagai sumber karbohidrat.

Ia juga menilai kemasan, penyajian hingga pemberian nama menu menjadi bagian penting untuk menarik konsumen.

Ardiansyah bahkan membuka peluang bagi kelompok PKK dan Dasawisma untuk mengembangkan usaha kuliner dengan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), termasuk dalam aspek permodalan.

“PKK atau Dasawisma bisa membuat warung dengan menu-menu yang menarik,” tegasnya.

Bagi Ardiansyah, konsep B2SA memiliki dua manfaat sekaligus, yakni meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan bergizi dan membuka peluang ekonomi melalui pengembangan produk kuliner lokal.

Dengan demikian, kreativitas yang lahir dari lomba diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga melahirkan produk UMKM baru dari dapur-dapur masyarakat Kutim.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini