
BAZNAS Kutim Naikkan Bantuan Rehab Rumah Jadi 100 Unit, Rp50 Juta per Rumah
SAMARINDA – Program bantuan rumah layak huni Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutai Timur (Kutim) diperluas tahun ini. Jika sebelumnya menyasar sekitar 40 rumah, kini jumlahnya ditingkatkan menjadi 100 rumah.
Setiap penerima mendapatkan bantuan hingga Rp50 juta, sehingga total anggaran program diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan program tersebut saat menghadiri pembukaan Rakorda dan BAZNAS Strategic Development pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur di Pendopo Odah Etam, Samarinda, beberapa waktu lalu.
“Awalnya berjalan hanya 40 rumah, tapi sekarang ditambah menjadi 100 rumah. Nilainya Rp50 juta per rumah,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, bantuan akan disebar ke seluruh kecamatan di Kutim hingga Desember 2026. Jumlah penerima setiap kecamatan berkisar lima hingga 10 rumah, dengan mempertimbangkan jumlah penduduk serta kondisi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kutim Masnip Sofwan mengatakan program ini diprioritaskan bagi warga dengan kondisi rumah yang sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan.
“Bantuan ini untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya memang sudah tidak layak. Kita lihat kebutuhan di lapangan, kemudian kita bantu supaya rumahnya bisa lebih baik dan layak ditempati,” kata Masnip.
Ia menegaskan kondisi ekonomi dan kelayakan hunian menjadi pertimbangan utama dalam menentukan penerima.
Masnip juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran karena dana yang dikelola BAZNAS merupakan amanah dari masyarakat.
“Yang paling penting bagi BAZNAS, bantuan tepat sasaran. Kita ingin zakat yang dititipkan masyarakat benar-benar kembali kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ardiansyah menilai program tersebut menunjukkan peran BAZNAS sebagai mitra pemerintah dalam menangani persoalan sosial. Selain rehabilitasi rumah, BAZNAS juga aktif membantu masyarakat terdampak bencana serta menjalankan program sosial, pendidikan dan pemberdayaan.
Perluasan program 100 rumah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik hunian, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat di berbagai wilayah Kutim.
![]()


Tinggalkan Balasan