
Warga Bengalon Ingin Hidup Tenang, Pemkab Siapkan Kawasan Konservasi Buaya
Infokaltim.com, Sangatta – Di tepian Sungai Bengalon, kekhawatiran warga kembali muncul setiap kali matahari mulai turun. Bagi sebagian penduduk Muara Bengalon, suara gemericik air kini bukan lagi sekadar bunyi alam, melainkan peringatan akan kemungkinan munculnya reptil besar yang selama beberapa tahun terakhir semakin sering memasuki area permukiman.
Situasi inilah yang akhirnya mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyiapkan langkah serius: pembangunan kawasan konservasi sekaligus penangkaran buaya di Muara Bengalon.
Asisten II Setkab Kutim, Noviari Noor, menyebut bahwa langkah ini bukan reaksi spontan, tetapi respons terukur atas serangkaian laporan kemunculan buaya yang meresahkan masyarakat. “Warga ingin aman, dan buaya pun punya hak pada habitatnya. Kita perlu solusi yang mempertimbangkan keduanya,” ujarnya.
Upaya Pemkab Kutim bukan sekadar memindahkan satwa liar. Noviari menjelaskan bahwa pemerintah telah menyelesaikan Feasibility Study (FS) dan Detailed Engineering Design (DED) sebagai landasan ilmiah dan teknis. Kawasan konservasi nantinya dirancang untuk menjadi habitat terkontrol yang memenuhi standar keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Menariknya, pemerintah tidak menutup peluang agar kawasan tersebut berkembang menjadi ruang edukasi dan destinasi wisata berbasis konservasi. “Dengan pengelolaan profesional, tempat ini bisa membuka lapangan kerja baru, sekaligus mengenalkan konservasi kepada masyarakat luas,” kata Noviari.
Kebijakan ini, menurutnya, sejalan dengan komitmen Pemkab Kutim dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Upaya perlindungan satwa dan keamanan warga dibuat tidak saling menghambat, tetapi justru saling menguatkan.
Bagi warga Bengalon, rencana ini memberi harapan munculnya kembali rasa aman di sekitar permukiman. Di sisi lain, penangkaran tersebut dapat menjadi contoh bahwa konservasi tidak harus selalu berbenturan dengan kepentingan ekonomi daerah.
“Semoga ini menjadi bukti bahwa Kutim mampu menghadirkan solusi yang adil untuk manusia dan alam,” tutup Noviari.
(ADV)
![]()


Tinggalkan Balasan