TERHANGAT HARI INI

PYONGYANG – Harian Rodong Sinmun edisi Minggu (23/4/2017) dalam kolom opininya memperingatkan, kapal induk USS Carl Vinson bisa ditenggelamkan “dengan satu serangan”. sebagaimana dilansir,KOMPAS.com, Selasa (25/4/2017). USS Carl Vinson diperkirakan akan tiba di kawasan Semenanjung Korea pekan ini. Pengerahan kapal induk tersebut merupakan perintah Presiden Donald Trump di tengah-tengah peringatan bahwa “kesabaran strategis” AS atas ambisi nuklir Korut sudah berakhir. Ketegangan antara Washington dan Pyongyang juga meningkat setelah peluncuran uji coba roket terbaru Korut yang gagal dan parade militer besar-besarannya. Kolom komentar di Rodong Sinmun – yang merupakan corong partai berkuasa, Partai Pekerja – mendampingi laporan Kim Jong Un yang mengunjungi satu peternakan babi. "Pasukan revolusioner kami siap tempur untuk menenggelamkan kapal induk AS bertenaga nuklir dengan satu serangan," tulis media itu. Harian resmi Korut itu juga menambahkan, serangan atas yang mereka sebut sebagai “binatang kasar” akan menjadi “contoh nyata untuk memperlihatkan kekuatan militer kami”. Sementara koran pemerintah lainnya, Minju Joson, memperingatkan tentara akan “menangani tanpa ampun pukulan yang menghancurkan atas musuh-musuh sehingga mereka tidak bisa hidup kembali”. Pekan lalu Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, dalam lawatannya ke Asia – termasuk ke Indonesia – mengatakan AS mengkaji semua status Korut, “baik dalam konteks negara yang mendukung terorisme dan juga cara-cara lain yang bisa memberi tekanan kepada rezim di Pyongyang”. Komentar itu ditanggapi Rondon Sinmun dengan menulis bahwa jika “serangan kekuatan super yang mendahului dilancarkan, maka akan memusnahkan langsung dan total bukan hanya pasukan imperialis AS yang menginvasi Korea Selatan dan kawasan sekitarnya tapi juga tanah AS dengan menghancurkannya menjadi debu”. Korut juga mengancam akan menyerang Australia dengan senjata nuklir jika tetap menjadi sekutu AS. Pyongyang menegaskan, program nuklirnya untuk pertahanan diri namun berupaya untuk mengembangkan senjata kecil yang cukup untuk membawa rudal balistik. Bagaimanapun belum ada bukti mereka sudah mencapai hal tersebut atau sudah berhasil mengembangkan rudal yang mampu menjangkau sasaran jarak jauh. Unit tempur UUS Carl Vinson melakukan latihan militer bersama dengan Angkatan Laut Jepang di Laut Filipina, Minggu (23/4/2017).
PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) memperingatkan bahwa mereka akan melakukan serangan nuklir pre-emptive, jika disimpulkan bahwa Amerika Serikat (AS) menyiapkan serangan ke negara itu. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Han Song Ryol, dalam wawancara dengan wartawan BBC, John Sudworth, sebagaimana dilaporkan media tersebut, sebagaimana dilansir KOMPAS.com, Selasa (18/4/2017). "Jika AS merencanakan serangan militer terhadap kami, maka kami akan merespons dengan serangan nuklir pre-emptive, sesuai dengan gaya dan metode kami," kata Han. Menurut Han, senjata nuklir yang dimiliki Korut ditujukan 'untuk melindungi negara' dari ancaman aksi militer AS. "Jika AS ceroboh dengan melancarkan tindakan militer, itu berarti akan ada perang habis-habisan sejak hari pertama," kata Han. Pemerintah di Pyongyang menganggap AS sebagai agresor. Han juga mengatakan militer Korut akan melakukan uji rudal setiap minggu, bulan, dan tahun. Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence memperingatkan Korut untuk tidak menguji kesabaran AS dengan melanjutkan program nuklir. Pence mengatakan “era kesabaran strategis” dengan Korut telah berakhir. Ia tiba di Pyongyang pada Minggu (16/4/2017), beberapa jam setelah Pyongyang melakukan uji coba rudal yang berakhir gagal. "Dalam dua pekan terakhir, dunia menyaksikan kekuatan dan keteguhan presiden baru kami dalam mengambil aksi di Suriah dan Afganistan," kata Pence, saat berbicara dengan pelaksana Presiden Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn, Senin kemarin. Ketegangan di kawasan meningkat, ditandai dengan “perang kata-kata” antara pejabat AS dan Korut. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson memperingatkan bahwa terbuka kemungkinan pihaknya melakukan aksi militer pre-emptive terhadap Korut.
MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia dan Iran memperingatkan Amerika Serikat, mereka akan menggunakan kekerasan jika "garis merah" yang mereka tetapkan dilewati. Peringatan ini dikeluarkan kedua sekutu Suriah itu setelah AS menembakkan 60 rudal tomahawk sebagai "balasan" atas serangan senjata kimia di Idlib.Sebagaimana dilansir, Kompas.com,Senin (10/4/2017). "Agresi yang dilakukan AS terhadap Suriah sudah melintasi garis merah. Kini kami akan merespon dengan kekuatan terhadap setiap agresi dari siapapun dan AS tahu kemampuan respon kami," ujar komando gabungan aliansi sekutu Bashar al-Assad. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan, serangan terhadap pangkalan udara Shayrat di dekat Homs, Suriah merupakan tindakan yang "mewakili dunia". Sebab, pangkalan udara itu diyakini digunakan pasukan Suriah untuk menggelar serangan senjata kimia di Idlib yang menewaskan lebih dari 70 orang. AS bersama Inggris dan Perancis menuduh rezim Presiden Assad menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil di daerah yang dikuasai pemberontak. Namun, Damaskus membantah dan mengatakan serangan mereka justru menghancurkan persediaan senjata kimia pemberontak di kawasan itu. Sedangkan kementerian pertahanan Rusia menyebut, serangan udara Suriah itu merupakan tindakan sah terhadap "teroris" yang memproduksi dan menumpuk persenjataan kimia yang sebagian dikirim ke Irak. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak digelarnya investigasi obyektif untuk mengungkap dalang serangan senjata kimia itu.

Korupsi Berjamaah Di Kutai Kartanegara

Kronologis kasus SETIA BUDI dan KHAIRUDIN mencairkan dan menggunakan dana dari anggaran belanja Daerah pada pos Bantuan Sosial Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2005 Rp.19.700.000.000,- (Sembilan belas milyar tujuh ratus juta rupiah)

SAMARINDA-infokaltim.com : Bahwa Terdakwa SETIA BUDI baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan SA (diajukan dalam berkas perkara terpisah), pada hari dan tanggal yang tidak dapat dipastikan lagi di bulan Juni 2005 sampai dengan bulan Desember 2006, atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu dalam tahun 2005 sampai dengan tahun 2006, bertempat di Kantor DPRD Kutai Kartanegara, Tenggarong atau di Kantor Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara,Tenggarong, Kalimantan Timur.

Atau setidak-tidaknya di tempat-tempat lain yang berdasarkan Pasal 54 ayat (2) Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang berwenang memeriksa dan mengadilinya, telah melakukan beberapa perbuatan sejenis yang berdiri sendiri-sendiri yang harus dipandang sebagai gabungan beberapa perbuatan, secara melawan hukum yaitu mencairkan dan menggunakan dana dari anggaran belanja Daerah pada pos Bantuan Sosial Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2005 dan 2006, untuk dibagi-bagikan kepada perorangan dan beberapa organisasi, serta.....bersabung (infokaltim).

Pelatihan Sertifikasi

Visitors

  • Total Visitors: 1980486
  • Unique Visitors: 66173
  • Registered Users: 9
  • Published Nodes: 1248
  • Your IP: 54.225.9.188